MATA
KULIAH: BIOLOGI MEDIK
Cabang-Cabang Biologi dan Objek
Biologi
DI SUSUN
OLEH
GIFFAR
ANDIKA MUHLIS
AKM0814012
TINGKAT
1.A
AKADEMI
ANALIS KESEHATAN MUHAMMADIYAH
MAKASSAR
2014/2015
BAB I
PENDAHULUAN
A.
LATAR
BELAKANG
Cabang
Ilmu Biologi terus berkembang dengan semakin pesatnya perkembangan ilmu
pengetahuan. Jika dulu cabang ilmu biologi hanya terbatas pada percabangan atau
perluasan tubuh induk sekarang sudah banyak disiplin ilmu lain yang melahirkan
cabang ilmu baru yang merupakan kajian antar disiplin ilmu atau ilmu terapan.
Ilmu
bologi adalah ilmu yang mempelajari segala hal yang berhubungan dengan makhluk
hidup dan kehidupan. Ilmu biologi dirintis oleh Aristoteles yang merupakan
ilmuwan berkebangsaan
Yunani yang kita sebut juga sebagai perintis biologi. Objek kajian Biologi
adalah mempelajari tentang kehidupan pada berbagai tingkatan organisme
Biologi
merupakan salah satu cabang ilmu dari Ilmu Pengetahuan Alam atau yang biasa
kita singkat dengan IPA. Biologi berasal dari dua kata, yaitu ‘bios’ yang
berarti hidup dan ‘logos’ yang berarti ilmu. Biologi adalah ilmu yang
mempelajari tentang makhluk hidup. Tak hanya mempelajari tentang makhluk hidup
saja, tetapi biologi juga mempelajari segala aspek yang menyertainya. Berbagai
masalah yang berkaitan dengan sandang, pangan, papan, energi, lingkungan kesehatan
bahkan sosial dapat diatasi dengan ilmu biologi.
Ilmu
terapan adalah hal yang bermanfaat untuk kesejahteraan. Biologi terapan adalah
Cabang biologi yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan manusia.
Pengetahuan mengenai makhluk hidup dimanfaatkan untuk memecahkan berbagai macam
masalah untuk meningkatkan kesejahteraan manusia.
Dalam
pengembangan penerapan biologi yang dikenal sebagai biologi terapan, biologi
dapat dihubungkan dengan berbagai ilmu, contohnya kimia, fisika, matematika
serta teknologi informatika sehingga muncullah ilmu-ilmu baru seperti biokimia
(hubungan antara biologi dengan kimia) dan biofisika (hubungan antara biologi
dengan fisika) yang kemudian bergabung dan membentuk suatu ilmu baru lagi yaitu
biologi terapan atau biasa disebut bioteknologi.
Selain
itu, biologi juga berkaitan erat dengan ilmu sosial dan membentuk ilmu-ilmu
baru yang salah satu contohnya adalah psikologi dan biogeografi. Ilmu terapan
tersebut dapat digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan umat manusia di
belahan bumi ini. Bidang yang tergolong biologi terapan misalnya kedokteran,
pertanian, perikanan, kesehatan, farmasi, dan bioteknologi.
Sebagai
bagian dari ilmu pengetahuan, Biologi memiliki beberapa objek kajian yang
sangat menarik untuk dibahas.Objek kajian biologi ini meliputi kehidupan
manusia, hewan, tumbuhan dan berbagai jenis dari golongan mikroorganisme yang
dapat di lihat langsung menggunakan mata maupun yang hanya bisa terlihat jika
menggunakan alat yang disebut mikroskop.
B.
TUJUAN
1. Agar
kita tahu cabang cabang ilmu biologi murni
2. aGar
kita tau cabang cabang ilimu biologi
terapan atau campuran
3. Agar
kita mengetahui objek biologi pada tingkat organisasi kehidupan
C.
MANFAAT
Manfaat kita
mempelajari ini agr kita dapat
membedakan yang mana saja cabang ilmu biologi murni dan terapan sehingga kita
dapat memanfaatkannya didalam kehidupan sehari hari dan juga apa saja objek
biologi pada tingkat organisasi.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
CABANG
ILMU BIOLOGI MURNI
1. Taksonomi: ilmu yang mempelajari tentang sistematika makhluk hidup
3. Virologi
(Biologi virus):
ilmu yang mempelajari tentang virus
4. Mikrobiologi
(Biologi mikroorganisme): ilmu
yang mempelajari tentang organism kecil
a. Bakteriologi
(Biologi bakteri)
b. Protozoologi
(Biologi Protozoa)
5. Mikologi
(Biologi jamur): ilmu
yang mempelajari tentang jamur
6. Botani
(Biologi Tumbuhan): ilmu yang mempelajari tentanng semua tumbuhan
a. Fikologi
(Biologi alga)
b. Piterodologi
(Biologi Tumbuhan paku/pakis)
c. Bryologi
(Biologi lumut)
d. Dendrologi
( Biologi pohon/tumbuhan berkayu)
e. Paleobotani
( Biologi tumbuhan masa lampau/purba)
7. Zoologi
(Biologi hewan)
a. Nematologi
( Biologi nematoda )
b. Malakologi
(Biologi moluska)
1) Apiari
( Biologi dan ternak lebah)
2) Mirmekologi
(Biologi rayap)
d. Iktiologi
( Biologi ikan)
e. Herpetologi
( Biologi Reptil dan ampibi)
f. Ornitologi
(Biologi Unggas)
g. Mamologi
((Biologi mamalia)
1) Primatologi
(Biologi primata)
2) Rodentiologi
(Biologi Rodentia "binatang pengerat")
h. Paleozoologi
(Biologi yang berhubungan dengan hewan-hewan masa lampau/purba)
i.
Zoologi perbandingan
8. Biologi Reproduksi,: cabang biologi yang mendalami tentang perkembangbiakan
9. Biologi
perkembangan
a. Fenologi
: Ilmu yang mempelajari pengaruh iklim terhadap penampilan suatu organisme atau
populasi.
b. Filogeni
: kajian mengenai hubungan di antara kelompok-kelompok organisme yang
dikaitkan dengan proses evolusi yang dianggap mendasarinya.
10. Paleontologi
merupakan cabang Biologi yang mempelajari tentang sejarah kehidupan
di bumi termasuk hewan dan tumbuhan zaman lampau yang telah
menjadi fosil
11. Genetika
(Pewarisan sifat pada makhluk hidup)
a. Genetika
Sel
b. Genitak
Molekular
c. Genetika
Mendel
d. Genetika
Populasi
e. Genetika
Kuantitatif
f. Genetika
Perkembangan
g. Genetika
Evolusioner
12. Fisiologi
adalah cabang Biologi yang mempelajari bagaimana kehidupan berfungsi berfungsi
secara fisik dan kimiawi.
a. Fisiologi
Perkembangan
b. Enzimologi
c. Imunologi
d. Endokrinologi
e. Fisiologi
molekular
13. Evolusi
adalah disiplin ilmu Biologi yang mempelajari perubahan pada sifat-sifat
terwariskan suatu populasi organisme dari satu generasi ke
generasi berikutnya.
14. Etologi
(Ilmu perilaku hewan)
15. Biologi
Molekular ialah cabang Biologi yang merujuk kepada pengkajian
mengenai kehidupan pada skala molekul.
a. Cell
signaling
b. Genomika
c. Transkriptomika
d. Proteomika
e. Metabolomika
f. System
Biology
B.
CABANG
ILMU BIOLOGI TERAPAN
1.
Biokimia
Biokimia adalah kimia
makhluk hidup.
Biokimiawan mempelajari molekul
dan reaksi kimia terkatalisis
oleh enzim
yang berlangsung dalam semua organisme.
Lihat artikel biologi molekular
untuk diagram
dan deskripsi hubungan antara biokimia, biologi molekular, dan genetika.
Biokimia
merupakan ilmu yang mempelajari struktur dan fungsi komponen
selular, seperti protein,
karbohidrat,
lipid,
asam
nukleat, dan biomolekul
lainnya. Saat ini biokimia lebih terfokus secara khusus pada kimia reaksi
termediasi enzim
dan sifat-sifat protein.
Saat
ini, biokimia metabolisme sel
telah banyak dipelajari. Bidang lain dalam biokimia di antaranya sandi genetik
(DNA,
RNA), sintesis
protein, angkutan membran
sel,
dan transduksi sinyal.
2. Biofisika
Biofisika merupakan salah satu
cabang ilmu fisika
yang mengkaji aplikasi aneka perangkat dan hukum fisika untuk menjelaskan aneka
fenomena hayati
atau biologi.
Biofisika berkembang sangat pesat sejak awal tahun 1980
dengan makin mapannya aneka teori
fisika yang telah ada.
3. Bioinformatika
Bioinformatika (bahasa Inggris:
bioinformatics) adalah (ilmu yang mempelajari)
penerapan teknik komputasional untuk mengelola dan menganalisis informasi biologis. Bidang ini
mencakup penerapan metode-metode matematika, statistika, dan informatika untuk
memecahkan masalah-masalah biologis, terutama dengan menggunakan sekuens DNA dan asam amino serta
informasi yang berkaitan dengannya. Contoh topik utama bidang ini meliputi basis data untuk
mengelola informasi biologis, penyejajaran sekuens (sequence alignment),
prediksi struktur untuk meramalkan bentuk struktur protein maupun
struktur sekunder RNA, analisis filogenetik, dan analisis
ekspresi gen.
4. Biostatistika
Biostatistika (gabungan dari kata biologi dengan statistika;
kadang-kadang dirujuk sebagai biometri atau biometrika) adalah penerapan ilmu statistika ke dalam ilmu
biologi. Ilmu
biostatistika meliputi rancangan percobaan biologi, utamanya dalam bidang agrikultur dan kedokteran, pengoleksian
data, peringkasan data, dan analisis data percobaan.
5. Biogeografi
Biogeografi adalah cabang dari biologi yang
mempelajari tentang keanekaragaman hayati berdasarkan ruang dan waktu. Cabang keilmuan ini
bertujuan untuk mengungkapkan mengenai kehidupan suatu organisme dan apa yang
mempengaruhinya
6. Agronomi
Agronomi adalah ilmu dan teknologi dalam memproduksi
dan memanfaatkan tumbuhan untuk bahan pangan, bahan bakar, serat, dan
aplikasi lingkungan seperti reklamasi. Agronomi merupakan salah satu ilmu terapan yang berbasis
biologi tumbuhan yang mempelajari pengaruh dan manipulasi berbagai
komponen biotik (hidup) dan abiotik (tidak hidup)
terhadap suatu individu atau sekumpulan individu tanaman untuk
dimanfaatkan bagi kepentingan manusia. Agronomi
mencakup kegiatan di bidang genetika
tumbuhan, fisiologi
tanaman, meteorologi, dan ilmu tanah dan aplikasi
kombinasi ilmu biologi, genetika, kimia, ekonomi, ekologi, topografi, dan
kebijakan ekonomi-politik. Pakar agronomi saat ini terlibat dalam berbagai
isu terkait produksi bahan pangan secara kuantitas maupun kualitas, mengelola
dampak lingkungan aktivitas pertanian, dan
penciptaan sumber energi dari tanaman.[1]
Mereka umumnya ahli dalam penerapan rotasi tanaman, irigasi dan drainase, pemuliaan tanaman, fisiologi
tanaman, klasifikasi tanah, kesuburan tanah, pengendalian gulma dan hama. Agronomi tidak sama
dengan ilmu pertanian
7. Ilmu Tanah
Ilmu tanah adalah pengkajian terhadap tanah sebagai sumber daya alam. Dalam
ilmu ini dipelajari berbagai aspek tentang tanah, seperti pembentukan,
klasifikasi, pemetaan, berbagai karakteristik fisik, kimiawi, biologis,
kesuburannya, sekaligus mengenai pemanfaatan dan pengelolaannya. Tanah adalah lapisan
yang menyeliputi bumi antara litosfer (batuan yang
membentuk kerak bumi) dan atmosfer. Tanah
menjadi tempat tumbuh tumbuhan dan mendukung
kehidupan hewan dan manusia.
Ilmu tanah dipelajari oleh berbagai bidang ilmu
pengetahuan, seperti ilmu-ilmu keteknikan (rekayasa), agronomi/pertanian, kimia, geologi, geografi, ekologi, biologi (termasuk
cabang-cabangnya), ilmu sanitasi, arkeologi, dan perencanaan
wilayah. Akibat banyaknya
pendekatan untuk mengkaji tanah, ilmu tanah bersifat multidisiplin dan memiliki
sisi ilmu murni maupun ilmu terapan.
Ilmu tanah dibagi menjadi dua cabang utama: pedologi dan edafologi. Pedologi
mempelajari tanah sebagai objek geologi. Edafologi, atau ilmu kesuburan tanah,
mempelajari tanah sebagai benda pendukung kehidupan. Keduanya menggunakan
alat-alat dan sering kali juga metodologi yang sama dalam mempelajari tanah,
sehingga muncul pula disiplin ilmu seperti fisika tanah, kimia tanah, biologi tanah (atau ekologi
tanah), serta ilmu konservasi tanah. Karena tanah juga memiliki aspek ketataruangan dan sipil, berkembang
pula disiplin seperti mekanika tanah, pemetaan (kartografi), geodesi dan survai
tanah, serta pedometrika atau pedostatistika. Penggunaan informatika juga
melahirkan beberapa ilmu campuran seperti geomatika.
8. Fitopatologi
Fitopatologi adalah cabang ilmu pengetahuan yang
mempelajari penyakit tumbuhan akibat
serangan patogen ataupun
gangguan ketersediaan hara. Berasal dari gabungan
kata bahasa Yunani: phyton berarti tumbuhan; pathos berarti sakit atau
menderita; logos berati ilmu atau pengetahuan. Secara biologis tumbuhan
dikatakan sakit bila tidak mampu melakukan kegiatan fisiologis secara normal,
yang meliputi respirasi, fotosintesis, penyerapan
gizi yang diperlukan dan lain-lain. Selain itu tanaman sakit juga tidak dapat
menunjukkan kapasitas genetiknya, seperti berdaya hasil tinggi, morfologi yang
normal dan lain-lain.
Studi ilmu penyakit tumbuhan meliputi studi tentang
penyebab penyakit, studi tentang interaksi antara penyebab penyakit - tumbuhan
inang dan lingkungan, studi tentang fisiologi tanaman sakit. Studi penyakit
tumbuhan dalam populasi tumbuhanya disebut epidemiologi.
Berdasarkan penyebabnya penyakit tumbuhan dikelompokkan
dalam:
·
penyakit yang
disebabkan oleh penyebab non hidup (abiotik), penyakit demikian bersifat tidak
menular (noninfectious), dan
·
penyakit
tumbuhan yang disebabkan oleh jasad hidup (biotik), yang bersifat menular.
Penyebab penyakit abiotik antara lain adalah
kekurang unsur hara, suhu yang sangat rendah ataupun sangat tinggi, pencemaran
(polusi). Penyekait
tumbuhan biotik antara lain adalah jamur (fungi), bakteri, fitoplasma, virus, viroid, nematoda dan tumbuhan parasitik.
9. Ilmu Gulma
Gulma adalah tumbuhan yang kehadirannya tidak
diinginkan pada lahan pertanian karena menurunkan hasil yang bisa dicapai oleh
tanaman produksi.
Batasan gulma bersifat teknis dan plastis. Teknis,
karena berkait dengan proses produksi suatu tanaman pertanian. Keberadaan gulma
menurunkan hasil karena mengganggu pertumbuhan tanaman produksi melalui
kompetisi. Plastis, karena batasan ini tidak mengikat suatu spesies tumbuhan.
Pada tingkat tertentu, tanaman berguna dapat menjadi gulma. Sebaliknya,
tumbuhan yang biasanya dianggap gulma dapat pula dianggap tidak mengganggu.
Contoh, kedelai yang tumbuh
di sela-sela pertanaman monokultur jagung dapat
dianggap sebagai gulma, namun pada sistem tumpang sari keduanya
merupakan tanaman utama. Meskipun demikian, beberapa jenis tumbuhan dikenal
sebagai gulma utama, seperti teki dan alang-alang.
Ilmu yang mempelajari gulma, perilakunya, dan
pengendaliannya dikenal sebagai ilmu gulma.
10. Hortikultura
Hortikultura (horticulture) berasal dari bahasa Latin hortus (tanaman kebun) dan cultura/colere (budidaya), dan dapat
diartikan sebagai budidaya tanaman kebun. Kemudian hortikultura digunakan secara
lebih luas bukan hanya untuk budidaya di kebun. Istilah hortikultura digunakan
pada jenis tanaman yang dibudidayakan. Bidang kerja hortikultura meliputi pembenihan, pembibitan, kultur jaringan, produksi
tanaman, hama dan penyakit, panen, pengemasan dan distribusi. Hortikultura
merupakan salah satu metode budidaya pertanian modern.
Hortikultura merupakan cabang dari agronomi. Berbeda
dengan agronomi, hortikultura memfokuskan pada budidaya tanaman buah (pomologi/frutikultur), tanaman bunga (florikultura), tanaman sayuran
(olerikultura), tanaman obat-obatan (biofarmaka),
dan taman (lansekap). Salah satu ciri khas produk hortikultura adalah perisabel
atau mudah rusak karena segar.
Orang yang menekuni bidang hortikultura dengan
profesional disebut sebagai hortikulturis.
11. Ilmu Pemuliaan
Pemuliaan (merupakan terjemahan langsung dari
istilah bahasa Belanda veredeling; Ing.: breeding) merupakan
kegiatan manusia dalam memelihara tumbuhan atau hewan untuk menjaga kemurnian galur atau ras sekaligus memperbaiki produksi atau kualitasnya.
Dalam kegiatannya, pemuliaan sejak abad ke-20 menerapkan banyak prinsip dan
metode genetika serta
ilmu-ilmu turunannya .
Pemuliaan tidak persis sama dengan penangkaran.
Dalam penangkaran, kegiatan pemeliharaan dilakukan untuk menghasilkan keturunan
tanpa disertai dengan usaha memperbaiki populasi. Suatu
program pemuliaan pasti mencakup aspek penangkaran, tetapi bukan sebaliknya.
Penangkaran dilakukan dengan tujuan menjaga kemurnian suatu galur, ras, atau kultivar, serta dalam
menjaga kelestarian populasi hewan dan tumbuhan yang terancam
punah di alam liar.
Praktisi pemuliaan dan penangkaran masing-masing
disebut sebagai pemulia dan penangkar.
Istilah-istilah terkait dengan kata
"Pemuliaan":
·
Pemuliaan
hutan, adalah penyingkatan bagi pemuliaan tanaman komoditi kehutanan (untuk
dimanfaatkan kayunya)
Istilah-istilah terkait dengan kata
"Penangkaran":
12. Ilmu Produksi ternak
Reproduksi seksual pada vertebrata diawali dengan
perkawinan yang diikuti dengan terjadinya fertilisasi. Fertilisasi tersebut
kemudian menghasilkan zigot yang akan berkembang menjadi embrio.
Fertilisasi pada vertebrata dapat terjadi secara eksternal atau secara internal. Fertilisasi eksternal merupakan penyatuan sperma dan ovum di luar tubuh hewan betina, yakni berlangsung dalam suatu media cair, misalnya air.
Fertilisasi pada vertebrata dapat terjadi secara eksternal atau secara internal. Fertilisasi eksternal merupakan penyatuan sperma dan ovum di luar tubuh hewan betina, yakni berlangsung dalam suatu media cair, misalnya air.
Setelah fertilisasi internal, ada tiga cara
perkembangan embrio dan kelahiran keturunannya, yaitu dengan cara ovipar,
vivipar dan ovovivipar. Ovipar (Bertelur) Ovipar merupakan embrio yang
berkembang dalam telur dan dilindungi oleh cangkang. Embrio mendapat makanan
dari cadangan makanan yang ada di dalam telur. Telur dikeluarkan dari tubuh
induk betina lalu dierami hingga menetas menjadi anak. Ovipar terjadi pada
burung dan beberapa jenis reptil.
·
Vivipar
(Beranak)
Vivipar merupakan embrio
yang berkembang dan mendapatkan makanan dari dalam uterus (rahim) induk betina.
Setelah anak siap untuk dilahirkan, anak akan dikeluarkan dari vagina induk
betinanya. Contoh hewan vivipar adalah kelompok mamalia (hewan yang menyusui),
misalnya kelinci dan kucing.
·
Ovovivipar
(Bertelur dan Beranak)
Ovovivipar merupakan
embrio yang berkembang di dalam telur, tetapi telur tersebut masih tersimpan di
dalam tubuh induk betina. Embrio mendapat makanan dari cadangan makanan yang
berada di dalam telur. Setelah cukup umur, telur akan pecah di dalam tubuh
induknya dan anak akan keluar dari vagina induk betinanya. Contoh hewan
ovovivipar adalah kelompok reptil (kadal) dan ikan hiu.
13. Ilmu Kehutanan
Kehutanan adalah suatu praktik untuk membuat,
mengelola, menggunakan dan melestarikan hutan untuk kepentingan manusia
Menurut Simon (1998), perkembangan teori pengelolaan
hutan dapat dikelompokkan ke dalam dua kategori, yaitu kategori kehutanan
konvensional dan kategori kehutanan modern (kehutanan sosial).
·
Kehutanan
Konvensional
Teori pengelolaan hutan
yang termasuk ke dalam kehutanan konvensional adalah penambangan kayu atau
timber extraction (TE) dan perkebunan kayu atau timber management (TM).
·
Kehutanan
Modern
Kehutanan sosial adalah
pengelolaan hutan sebagai sumberdaya atau forest resource management (FRM) dan
pengelolaan hutan sebagai ekosistem atau forest ecosystem management (FEM).
Keduanya disebut juga dengan istilah lain Sustainable Forestry Management
(SFM). Ketiga teori pengelolaan hutan tersebut, secara evolutif berkembang,
sejak dari mulai penambangan kayu (TE) hingga sampai pada pengelolaan ekosistem
hutan (FEM).
·
Perubahan
Konsep Kehutanan
Kehutanan merupakan aspek
ekologis yang berada di atas permukaan bumi, kehutanan dari segi pembentukannya
terdiri dari 2 (dua) cara, yaitu terbentuk alamiah dan buatan. Perkembangan
tehnologi telah menciptakan teori yang dapat mengembalikan fungsi hutan alam,
dengan dasar tersebut pengelolaan hutan lebih dititikberatkan kepentingan
secara menyeluruh. Bumi dengan segala macam di dalam dan di permukaan dapat
dimanfaatkan sebesar-besarnya oleh manusia sebagai penghuninya. Pengelolaan
hutan sebaiknya diselaraskan dengan pengelolaan sumber daya alam yang lainnya,
sehingga pemanfaatan sumber daya dapat terjalin dengan baik dan menguntungkan.
14. Ilmu Perikanan
Perikanan adalah kegiatan manusia yang berhubungan
dengan pengelolaan dan pemanfaatan sumberdaya hayati perairan. Sumberdaya
hayati perairan tidak dibatasi secara tegas dan pada umumnya mencakup ikan, amfibi, dan berbagai avertebrata penghuni
perairan dan wilayah yang berdekatan, serta lingkungannya. Di Indonesia, menurut
UU RI no. 9/1985 dan UU RI no. 31/2004, kegiatan yang termasuk dalam perikanan
dimulai dari praproduksi, produksi, pengolahan sampai dengan pemasaran, yang
dilaksanakan dalam suatu sistem bisnis perikanan.[1] Dengan demikian,
perikanan dapat dianggap merupakan usaha agribisnis.
Umumnya, perikanan dimaksudkan untuk kepentingan
penyediaan pangan bagi manusia.
Selain itu, tujuan lain dari perikanan meliputi olahraga, rekreasi (pemancingan ikan), dan
mungkin juga untuk tujuan membuat perhiasan atau
mengambil minyak ikan.
Usaha perikanan adalah semua usaha perorangan atau
badan hukum untuk menangkap atau membudidayakan (usaha penetasan, pembibitan, pembesaran) ikan, termasuk kegiatan menyimpan, mendinginkan, pengeringan, atau mengawetkan ikan dengan tujuan untuk menciptakan nilai tambah
ekonomi bagi pelaku usaha (komersial/bisnis)
15. Ilmu Kedokteran Hewan
Kedokteran hewan merupakan salah satu jenis ilmu dan
praktik kedokteran, yang melakukan diagnosis, terapi, dan pencegahan penyakit pada hewan. Secara umum, semua jenis hewan dapat dikategorikan
sebagai pasien, baik hewan domestik maupun liar.
16. Ilmu Kedokteran
Kedokteran (bahasa Inggris: medicine)
adalah suatu ilmu dan seni yang mempelajari
tentang penyakit dan cara-cara
penyembuhannya. Ilmu kedokteran adalah cabang ilmu kesehatan yang
mempelajari tentang cara mempertahankan kesehatan manusia dan mengembalikan
manusia pada keadaan sehat dengan memberikan pengobatan pada penyakit dan cedera. Ilmu ini meliputi pengetahuan tentang sistem tubuh
manusia dan penyakit serta pengobatannya, dan penerapan dari pengetahuan tersebut.
·
Fisiologi adalah ilmu yang mempelajari fungsi
berbagai organ dan sistem organ serta interaksinya dalam tubuh manusia
·
Histologi adalah ilmu yang mempelajari
struktur mikroskopik dan fungsi jaringan pembentuk dan penyusun organ dan
sistem organ dalam tubuh manusia
·
Farmakologi adalah ilmu yang mempelajari obat-obatan, interaksi dan
efeknya terhadap tubuh manusia
·
Patologi anatomi adalah ilmu yang mempelajari kelainan struktur mikroskopik
dan makroskopik berbagai organ dan jaringan yang disebabkan penyakit atau
proses lainnya
·
Patologi klinik adalah ilmu yang mempelajari kelainan yang terjadi pada
berbagai fungsi organ atau sistem organ
17. Astrobiologi
Astrobiologi (kadang disebut juga eksobiologi,
eksopaleontologi, bioastronomi, dan xenobiologi) adalah kajian tentang asal, evolusi, penyebaran,
dan masa depan kehidupan di alam semesta. Bidang ilmu antardisiplin ini meliputi pencarian lingkungan laik huni baik di
dalam maupun di luar Tata Surya, pencarian
bukti kimia prebiotik, kehidupan di Mars dan
benda lain di Tata Surya, penelitian laboratorium dan lapangan perihal asal dan
evolusi awal kehidupan
di Bumi, serta kajian potensi
makhluk hidup untuk beradaptasi di Bumi dan di luar angkasa
18. Bioteknologi
Bioteknologi adalah cabang ilmu yang mempelajari
pemanfaatan makhluk hidup (bakteri, fungi, virus, dan
lain-lain) maupun produk dari makhluk hidup (enzim, alkohol) dalam proses
produksi untuk menghasilkan barang dan jasa. Dewasa ini, perkembangan
bioteknologi tidak hanya didasari pada biologi semata,
tetapi juga pada ilmu-ilmu terapan dan murni lain, seperti biokimia, komputer, biologi molekular, mikrobiologi, genetika, kimia, matematika, dan lain
sebagainya.
Dengan kata
lain, bioteknologi adalah ilmu terapan yang menggabungkan berbagai cabang ilmu
dalam proses produksi barang dan jasa.
Bioteknologi secara sederhana sudah dikenal oleh
manusia sejak ribuan tahun yang lalu. Sebagai contoh, di bidang teknologi pangan adalah
pembuatan bir, roti, maupun keju yang sudah dikenal sejak abad ke-19, pemuliaan tanaman untuk
menghasilkan varietas-varietas baru
di bidang pertanian, serta pemuliaan dan reproduksi hewan. Di bidang medis, penerapan
bioteknologi pada masa lalu dibuktikan antara lain dengan penemuan vaksin, antibiotik, dan insulin walaupun
masih dalam jumlah yang terbatas akibat proses fermentasi yang tidak
sempurna. Perubahan signifikan terjadi setelah penemuan bioreaktor oleh Louis Pasteur.
Dengan alat
ini, produksi antibiotik maupun vaksin dapat dilakukan secara massal.
Pada masa ini, bioteknologi berkembang sangat pesat,
terutama di negara negara maju. Kemajuan ini ditandai dengan ditemukannya
berbagai macam teknologi semisal rekayasa genetika, kultur jaringan, DNA rekombinan,
pengembangbiakan sel induk, kloning, dan
lain-lain. Teknologi ini memungkinkan kita untuk memperoleh penyembuhan
penyakit-penyakit genetik maupun kronis yang belum dapat disembuhkan, seperti kanker ataupun AIDS. Penelitian di bidang pengembangan sel induk juga
memungkinkan para penderita stroke ataupun
penyakit lain yang mengakibatkan kehilangan atau kerusakan pada jaringan tubuh
dapat sembuh seperti sediakala. Di bidang pangan, dengan menggunakan teknologi rekayasa genetika,
kultur jaringan dan DNA rekombinan, dapat dihasilkan tanaman dengan sifat dan
produk unggul karena mengandung zat gizi yang lebih jika dibandingkan tanaman biasa, serta
juga lebih tahan terhadap hama maupun tekanan lingkungan. Penerapan
bioteknologi pada masa ini juga dapat dijumpai pada pelestarian lingkungan hidup dari polusi. Sebagai contoh, pada penguraian minyak bumi yang
tertumpah ke laut oleh bakteri, dan penguraian zat-zat yang bersifat toksik (racun)
di sungai atau laut dengan menggunakan bakteri jenis baru.
Kemajuan di bidang bioteknologi tak lepas dari
berbagai kontroversi yang melingkupi perkembangan teknologinya. Sebagai contoh,
teknologi kloning dan rekayasa genetika terhadap
tanaman pangan mendapat kecaman dari bermacam-macam golongan.
Bioteknologi secara umum berarti meningkatkan
kualitas suatu organisme melalui aplikasi teknologi. Aplikasi teknologi
tersebut dapat memodifikasi fungsi biologis suatu organisme dengan menambahkan
gen dari organisme lain atau merekayasa gen pada organisme tersebut.
Perubahan sifat Biologis melalui rekayasa genetika
tersebut menyebabkan "lahirnya organisme baru" produk bioteknologi
dengan sifat - sifat yang menguntungkan bagi manusia. Produk bioteknologi,
antara lain:
·
Kapas resisten
hama serangga
·
Enzim pemacu
produksi susu pada sapi
·
Padi
mengandung vitamin A
·
Pisang
mengandung vaksin hepatitis
C.
OBJEK
BIOLOGI PADA TINGKAT ORGANISASI
KEHIDUPAN
1. MOLEKUL
Molekul dalam sains kimia, kata zat biasa digunakan
untuk maksud khusus. Sebuah zat adalah beberapa materi yang hanya terdiri atas
satu jenis molekul.
Contohnya:
a)
Protein,
b) Karbohidrat,
c) Lipit,
d) Asam
Nukleat,
e) Air
dengan rumus molekul H2O,
f)
Garam dengan rumus
molekul NaCl
2.
SEL
Adalah adalah unit struktural dan fungsional
penyusun tubuh makhluk hidup.
Contohnya:
a)
Nukleus,
b)
Membran sel,
c)
Sitoplasma,
d)
Membran sel,
e)
Dinding sel,
f)
Organel-organel
(Retikulum endoplasma, ribosom, badan golgi, vakuola dan kloroplas)
3.
JARINGAN
Jaringan merupakan suatu kumpulan sel yang
masing-masing bekerja sama dengan yang lain di dalam penampilan dan kelompok
fungsi yang khusus.
Contohnya:
a)
Jaringan pada tumbuhan : jaringan
parenkim, jaringan bunga karang, jaringan pengangkut
b)
Jaringan pada hewan: jaringan otot , jaringan
epitel.
4.
ORGAN
Organ adalah kumpulan dari berbagai jaringan yang
bekerja sama dalam penampilan dan kelompok fungsi sehingga membentuk suatu unit
struktural.
Contohnya:
a)
Organ pada hewan : organ jantung, organ
hati, organ ginjal,
b)
Organ pada tumbuhan : akar, batang dan
daun.
5.
INDIVIDU
Individu adalah
organisme tunggal
Contohnya:
a)
Manusia,
b)
Hewan ,
c)
Tumbuhan ,
d)
Seorang anak kecil ,
e)
Seekor burung
6.
POPULASI
Populasi adalah kelompok individu yang spesiesnya
sama pada suatu lokasi tertentu yang membentuk subuah populasi.
Contohnya:
a)
Sekelompok
burung dara ,
b)
Rimbunan pohon
bambu,
c)
Sekelompok
kupu- kupu,
d)
Sekelompok
alang-alang,
e)
Rumput.
7.
KOMUNITAS
Komunitas adalah berbagai jenis (species) makhluk
hidup yang saling berinteraksi dan menempati lingkungan dalam waktu yang sama.
Contohnya:
a) komunitas
kolam,
b) komunitas
sawah,
c) komunitas
kebun,
d) komunitas
laut,
e) komunitas
sungai,
8.
EKOSISTEM
Ekosistem adalah seluruh komunitas bersama dengan
lingkungan fisik tempat semua makhluk hidup melangsungkan kehidupan.
Contohnya:
a)
Ekosistem lumut,
b)
Ekositem hutan berdaun jamur,
c)
Ekosistem hutan hujan tropis,
d)
Ekosistem padang rumput,
e)
Ekosistem padang pasir,
f)
Ekosistem pantai.
9.
BIOMA
Bioma pada daerah daratan ada 2 faktor yang berperan
penting dalam kehidupan, yang berperan penting adalah suhu dan cuaca hujan,
selainitu ada juga pariasi geografis , ketinggian tanah, garis lintang
menyebabkan daratan terbagi menjadi sejumlah sona-sona habitat yang berbeda
disebut bioma.
Contohnya:
a)
Bioma gurun
Daerah
gurun mempunyai curah huan yang sangat rendah, rata-rata 250 mm/tahun bahkan
kurang. Persebarannya biasanya di tengah benua,
karena sebagian besar merupakan daerah bayangan hujan. Jenis vegetasi
tahan terhadap kekurangan air (xerofit)
seperti kaktus. Gurun-gurun di dunia antara lain Gurun Sahara dan Gurun
Kalahari di Benua Afrika, Gurun Simpson dan Victoria di Australia, Gurun Nefud
dan Gurun Gobi di Asia serta Gurun Sonora dan Atcama di Benua Amerika.
b)
Bioma padang rumput
Persebaran bioma padang rumput
umumnya terdapat di daerah tropika
dan subtropika dengan curah hujan antara 250-500 mm/tahun. Ada pula padang
rumput dengan curah hujan yang mencapai 1.000 mm, namun turunnya hujan tidak
teratur. Daerah padang rumput yang kering mempunyai rumput yang pendek. Daerah
padang rumput yang relatif basah, seperti terdapat di Amerika Utara, rumputnya
dapat mencapai tiga meter, misalnya jenis bluestem dan Indian grasses. Biasanya
padang rumput terbagi dalam dua kategori yakni stepa dan sabana (savana). Stepa
adalah padang rumput yang luas tanpa diselingi pepohonan. Sabana adalah padang
rumput yang diselingi pepohonan.
c)
Bioma hutan musim
Terdapat di daerah lintang rendah
tropis disebut dengan hutan musim tropis. sedangkan di daerah iklim sedang
disebut hutan musim meranggas (gugur). Tanaman di daerah tropis biasanya
menggugurkan daun pada musim kemarau, sedangkan di lintang sedang pada musim
gugur. Hutan musim tropis. penyebarannya di Thailand, Indonesia (Jawa Timur,
lawa Tengah, Sulawesi. dan Nusa Tenggara). Dengan ciri-ciri: pohon-pohonnya
lebih rendah, daunnya banyak yang gugur di musim kemarau. misalnya jati,
pohon-pohon homogen (sejenis).
d)
Bioma Hujan tropis
Persebaran hutan tropis basah di daerah
khatulistiwa dengan tipe tumbuhan yang paling lebat dan paling rumit. Tumbuhan utama penyusun hutan tropis basah
biasanya terdiri atas tujuh kelompok, yaitu pohon-pohon terna, liana, epifit,
pencekik, pohon, saprofit, dan parasit. Tumbuhan biasanya bertingkat dan
bertudung. Wilayah sebaran di daerah tropika dan subtropika antara lain di
Indonesia, Australia Bagian Utara. Irian Timur, Afrika Tengah, Brazil, Amerika
Tengah, Asia Tenggara. dan Kongo (Zaire).
e)
Bioma taiga
Vegetasi biasanya berlapis lilin dan
bertajuk lancip (conifer)
dengan pinus dan cemara sebagai tanaman khas. Taiga kebanyakan terdapat di
belahan bumi utara (Siberia Utara, Rusia, Kanada Tengah dan Utara).
f)
Bioma tundra
Daerah tundra hanya terdapat di belahan bumi utara sekitar
daerah lingkungan kutub. Tundra terbentuk karena lingkungan alam yang gelap
berbulan-bulan, disebabkan oleh tidak terjangkau pancaran sinar matahari. Di
daerah tundra hanya terdapat beberapa pohon kerdil, bahkan dapat dikatakan
sejauh mata memandang hanya lumut yang tampak, terutama sphagnum dan lumut
kerak (lichens).
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Ilmu
Murni adalah ilmu yang membahas/ mendalami ilmu itu sendiri. Dalam pendidikan
ilmu murni akan tampak dari adanya usaha untuk membahas teori-teori pendidikan
secara dalam.Ilmu Pengetahuan Murni berfokus kepada teori yang ditujukan untuk
menemukan pengetahuan baru.
Ilmu
terapan adalah usaha-usaha menerapkan dalam kegiatan proses kehidupan (sebagai alat
yang memudahkan kehidupan).
Sebagai
bagian dari ilmu pengetahuan, Biologi memiliki beberapa objek kajian yang
sangat menarik untuk dibahas.Objek kajian biologi ini meliputi kehidupan
manusia, hewan, tumbuhan dan berbagai jenis dari golongan mikroorganisme yang
dapat di lihat langsung menggunakan mata maupun yang hanya bisa terlihat jika
menggunakan alat yang disebut mikroskop.
Jadi
Biologi Terapan atau Bioteknologi adalah suatu cabang ilmu biologi yang
mempelajari tentang pemanfaatan makhluk hidup dan penggunaan biokimia,
mikrobiologi, serta rekayasa kimia secara terpadu dengan tujuan memperoleh
penerapan teknologi di bidang industri, kesehatan atau kedokteran, dan
pertanian dari kapasitas mikroba, sel atau jaringan sebagai kultur. Selain itu,
bioteknologi juga menghasilkan barang atau jasa untuk kepentingan makhluk
hidup.
B.
SARAN
Jagalah
lingkungan hidup kita agar lebih baik, dengan cara memanfaatkan ilmu biologi
ini, tapi tidak lupa pula kita selalu bertawakkal dan berterima kasih kepada
allah swt, karna semua yang ada dijagat raya ini, semua cabang ilmu biologi ini
tercipta atas kuasa dan kehendaknya
DAFTAR PUSTAKA
Anonim.
2010. Biologi Terapan. http://blogs.unpad.ac.id/biologi-terapan/2010/07/18//.
Diakses pada 5 oktober 2014
AHIMA e-HIM Work Group on the Legal
Health Record. (2005
Aryulina, Diah; Choirul Muslim,
Syalfinaf Manaf, Endang Widi Winarni (2007). Biologi 3 SMA dan MA Untuk Kelas XII. Jakarta: Esis/Erlangga. ISBN 974-734-551-3. (Indonesia)
M.jumadi.2011.
ilmu terapan. http://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_ilmu-ilmu_hayati#Ilmu-ilmu_campuran_dan_terapan.
Diakses 5 oktober 2014
Sayarif.
2011. Cabang biologi. http://syaifulhasby.blogspot.com/2011/11/cabang-biologi-dan-bidang-kajiannya.html. diakses 5
oktober 2014
Zulkifli.
2013. Manfaat biologi. http://szulsihkar.blogspot.com/2013/05/manfaat-biologi-dalam-berbagai-bidang.html.
diakses 5 oktober 2014