Sabtu, 22 November 2014

Cabang-cabang ilmu biologi dan objek biologi

MATA KULIAH: BIOLOGI MEDIK
Cabang-Cabang Biologi dan Objek Biologi
DI SUSUN
OLEH

GIFFAR ANDIKA MUHLIS
AKM0814012
TINGKAT 1.A

AKADEMI ANALIS KESEHATAN MUHAMMADIYAH
MAKASSAR
2014/2015
BAB I
PENDAHULUAN
A.    LATAR BELAKANG
Cabang Ilmu Biologi terus berkembang dengan semakin pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan. Jika dulu cabang ilmu biologi hanya terbatas pada percabangan atau perluasan tubuh induk sekarang sudah banyak disiplin ilmu lain yang melahirkan cabang ilmu baru yang merupakan kajian antar disiplin ilmu atau ilmu terapan.
Ilmu bologi adalah ilmu yang mempelajari segala hal yang berhubungan dengan makhluk hidup dan kehidupan. Ilmu biologi dirintis oleh Aristoteles yang merupakan ilmuwan berkebangsaan Yunani yang kita sebut juga sebagai perintis biologi. Objek kajian Biologi adalah mempelajari tentang kehidupan pada berbagai tingkatan organisme
Biologi merupakan salah satu cabang ilmu dari Ilmu Pengetahuan Alam atau yang biasa kita singkat dengan IPA. Biologi berasal dari dua kata, yaitu ‘bios’ yang berarti hidup dan ‘logos’ yang berarti ilmu. Biologi adalah ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup. Tak hanya mempelajari tentang makhluk hidup saja, tetapi biologi juga mempelajari segala aspek yang menyertainya. Berbagai masalah yang berkaitan dengan sandang, pangan, papan, energi, lingkungan kesehatan bahkan sosial dapat diatasi dengan ilmu biologi.
Ilmu terapan adalah hal yang bermanfaat untuk kesejahteraan. Biologi terapan adalah Cabang  biologi yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan manusia. Pengetahuan mengenai makhluk hidup dimanfaatkan untuk memecahkan berbagai macam masalah untuk meningkatkan kesejahteraan manusia.
Dalam pengembangan penerapan biologi yang dikenal sebagai biologi terapan, biologi dapat dihubungkan dengan berbagai ilmu, contohnya kimia, fisika, matematika serta teknologi informatika sehingga muncullah ilmu-ilmu baru seperti biokimia (hubungan antara biologi dengan kimia) dan biofisika (hubungan antara biologi dengan fisika) yang kemudian bergabung dan membentuk suatu ilmu baru lagi yaitu biologi terapan atau biasa disebut bioteknologi.
Selain itu, biologi juga berkaitan erat dengan ilmu sosial dan membentuk ilmu-ilmu baru yang salah satu contohnya adalah psikologi dan biogeografi. Ilmu terapan tersebut dapat digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan umat manusia di belahan bumi ini. Bidang yang tergolong biologi terapan misalnya kedokteran, pertanian, perikanan, kesehatan, farmasi, dan bioteknologi.
Sebagai bagian dari ilmu pengetahuan, Biologi memiliki beberapa objek kajian yang sangat menarik untuk dibahas.Objek kajian biologi ini meliputi kehidupan manusia, hewan, tumbuhan dan berbagai jenis dari golongan mikroorganisme yang dapat di lihat langsung menggunakan mata maupun yang hanya bisa terlihat jika menggunakan alat yang disebut mikroskop.

B.     TUJUAN
1.      Agar kita tahu cabang cabang ilmu biologi murni
2.      aGar kita tau cabang  cabang ilimu biologi terapan atau campuran
3.      Agar kita mengetahui objek biologi pada tingkat organisasi kehidupan

C.    MANFAAT
Manfaat kita mempelajari ini  agr kita dapat membedakan yang mana saja cabang ilmu biologi murni dan terapan sehingga kita dapat memanfaatkannya didalam kehidupan sehari hari dan juga apa saja objek biologi pada tingkat organisasi.



BAB II
PEMBAHASAN

A.    CABANG ILMU BIOLOGI MURNI
1.      Taksonomi:  ilmu yang mempelajari tentang sistematika makhluk hidup
2.      Morfologi:  ilmu yang mempelajari tentang bentuk atau ciri luar organisme
3.      Virologi (Biologi virus): ilmu yang mempelajari tentang virus
4.      Mikrobiologi (Biologi mikroorganisme): ilmu yang mempelajari tentang organism kecil
a.       Bakteriologi  (Biologi bakteri)
b.      Protozoologi (Biologi Protozoa)
5.      Mikologi (Biologi jamur): ilmu yang mempelajari tentang jamur
6.      Botani (Biologi Tumbuhan): ilmu yang mempelajari tentanng semua tumbuhan
a.       Fikologi (Biologi alga)
b.      Piterodologi (Biologi Tumbuhan paku/pakis)
c.       Bryologi (Biologi lumut)
d.      Dendrologi ( Biologi pohon/tumbuhan berkayu)
e.       Paleobotani ( Biologi tumbuhan masa lampau/purba)
7.      Zoologi (Biologi hewan)
a.       Nematologi ( Biologi nematoda )
b.      Malakologi (Biologi moluska)
c.       Entomologi (Biologi serangga)
1)      Apiari ( Biologi dan ternak lebah)
2)      Mirmekologi (Biologi rayap)
d.      Iktiologi ( Biologi  ikan)
e.       Herpetologi ( Biologi Reptil dan ampibi)
f.       Ornitologi (Biologi Unggas)
g.      Mamologi ((Biologi mamalia)
1)      Primatologi (Biologi primata)
2)      Rodentiologi (Biologi Rodentia "binatang pengerat")
h.      Paleozoologi (Biologi yang berhubungan dengan hewan-hewan masa lampau/purba)
i.        Zoologi perbandingan
8.      Biologi Reproduksi,: cabang biologi yang mendalami tentang perkembangbiakan
9.      Biologi perkembangan
a.       Fenologi : Ilmu yang mempelajari pengaruh iklim terhadap penampilan suatu organisme atau populasi.
b.      Filogeni : kajian mengenai hubungan di antara kelompok-kelompok organisme yang dikaitkan dengan proses evolusi yang dianggap mendasarinya.
10.  Paleontologi merupakan cabang Biologi  yang mempelajari tentang sejarah kehidupan di bumi termasuk hewan dan tumbuhan zaman lampau yang telah menjadi fosil
11.  Genetika (Pewarisan sifat pada makhluk hidup)
a.       Genetika Sel
b.      Genitak Molekular
c.       Genetika Mendel
d.      Genetika Populasi
e.       Genetika Kuantitatif
f.       Genetika Perkembangan
g.      Genetika Evolusioner
12.  Fisiologi adalah cabang Biologi yang mempelajari bagaimana kehidupan berfungsi berfungsi secara fisik dan kimiawi.
a.       Fisiologi Perkembangan
b.      Enzimologi
c.       Imunologi
d.      Endokrinologi
e.       Fisiologi molekular
13.  Evolusi adalah disiplin ilmu Biologi yang mempelajari perubahan pada sifat-sifat terwariskan suatu populasi organisme dari satu generasi ke generasi berikutnya.
14.  Etologi (Ilmu perilaku hewan)
15.  Biologi Molekular ialah cabang Biologi yang merujuk kepada pengkajian mengenai kehidupan pada skala molekul.
a.       Cell signaling
b.      Genomika
c.       Transkriptomika
d.      Proteomika
e.       Metabolomika
f.       System Biology

B.     CABANG ILMU BIOLOGI TERAPAN
1.      Biokimia
Biokimia adalah kimia makhluk hidup. Biokimiawan mempelajari molekul dan reaksi kimia terkatalisis oleh enzim yang berlangsung dalam semua organisme. Lihat artikel biologi molekular untuk diagram dan deskripsi hubungan antara biokimia, biologi molekular, dan genetika.
Biokimia merupakan ilmu yang mempelajari struktur dan fungsi komponen selular, seperti protein, karbohidrat, lipid, asam nukleat, dan biomolekul lainnya. Saat ini biokimia lebih terfokus secara khusus pada kimia reaksi termediasi enzim dan sifat-sifat protein.
Saat ini, biokimia metabolisme sel telah banyak dipelajari. Bidang lain dalam biokimia di antaranya sandi genetik (DNA, RNA), sintesis protein, angkutan membran sel, dan transduksi sinyal.
2.      Biofisika
Biofisika merupakan salah satu cabang ilmu fisika yang mengkaji aplikasi aneka perangkat dan hukum fisika untuk menjelaskan aneka fenomena hayati atau biologi. Biofisika berkembang sangat pesat sejak awal tahun 1980 dengan makin mapannya aneka teori fisika yang telah ada.
3.      Bioinformatika
Bioinformatika (bahasa Inggris: bioinformatics) adalah (ilmu yang mempelajari) penerapan teknik komputasional untuk mengelola dan menganalisis informasi biologis. Bidang ini mencakup penerapan metode-metode matematika, statistika, dan informatika untuk memecahkan masalah-masalah biologis, terutama dengan menggunakan sekuens DNA dan asam amino serta informasi yang berkaitan dengannya. Contoh topik utama bidang ini meliputi basis data untuk mengelola informasi biologis, penyejajaran sekuens (sequence alignment), prediksi struktur untuk meramalkan bentuk struktur protein maupun struktur sekunder RNA, analisis filogenetik, dan analisis ekspresi gen.
4.      Biostatistika
Biostatistika (gabungan dari kata biologi dengan statistika; kadang-kadang dirujuk sebagai biometri atau biometrika) adalah penerapan ilmu statistika ke dalam ilmu biologi. Ilmu biostatistika meliputi rancangan percobaan biologi, utamanya dalam bidang agrikultur dan kedokteran, pengoleksian data, peringkasan data, dan analisis data percobaan.
5.      Biogeografi
Biogeografi adalah cabang dari biologi yang mempelajari tentang keanekaragaman hayati berdasarkan ruang dan waktu. Cabang keilmuan ini bertujuan untuk mengungkapkan mengenai kehidupan suatu organisme dan apa yang mempengaruhinya
6.      Agronomi
Agronomi adalah ilmu dan teknologi dalam memproduksi dan memanfaatkan tumbuhan untuk bahan pangan, bahan bakar, serat, dan aplikasi lingkungan seperti reklamasi. Agronomi merupakan salah satu ilmu terapan yang berbasis biologi tumbuhan yang mempelajari pengaruh dan manipulasi berbagai komponen biotik (hidup) dan abiotik (tidak hidup) terhadap suatu individu atau sekumpulan individu tanaman untuk dimanfaatkan bagi kepentingan manusia. Agronomi mencakup kegiatan di bidang genetika tumbuhan, fisiologi tanaman, meteorologi, dan ilmu tanah dan aplikasi kombinasi ilmu biologi, genetika, kimia, ekonomi, ekologi, topografi, dan kebijakan ekonomi-politik. Pakar agronomi saat ini terlibat dalam berbagai isu terkait produksi bahan pangan secara kuantitas maupun kualitas, mengelola dampak lingkungan aktivitas pertanian, dan penciptaan sumber energi dari tanaman.[1] Mereka umumnya ahli dalam penerapan rotasi tanaman, irigasi dan drainase, pemuliaan tanaman, fisiologi tanaman, klasifikasi tanah, kesuburan tanah, pengendalian gulma dan hama. Agronomi tidak sama dengan ilmu pertanian
7.      Ilmu Tanah
Ilmu tanah adalah pengkajian terhadap tanah sebagai sumber daya alam. Dalam ilmu ini dipelajari berbagai aspek tentang tanah, seperti pembentukan, klasifikasi, pemetaan, berbagai karakteristik fisik, kimiawi, biologis, kesuburannya, sekaligus mengenai pemanfaatan dan pengelolaannya. Tanah adalah lapisan yang menyeliputi bumi antara litosfer (batuan yang membentuk kerak bumi) dan atmosfer. Tanah menjadi tempat tumbuh tumbuhan dan mendukung kehidupan hewan dan manusia.
Ilmu tanah dipelajari oleh berbagai bidang ilmu pengetahuan, seperti ilmu-ilmu keteknikan (rekayasa), agronomi/pertanian, kimia, geologi, geografi, ekologi, biologi (termasuk cabang-cabangnya), ilmu sanitasi, arkeologi, dan perencanaan wilayah. Akibat banyaknya pendekatan untuk mengkaji tanah, ilmu tanah bersifat multidisiplin dan memiliki sisi ilmu murni maupun ilmu terapan.
Ilmu tanah dibagi menjadi dua cabang utama: pedologi dan edafologi. Pedologi mempelajari tanah sebagai objek geologi. Edafologi, atau ilmu kesuburan tanah, mempelajari tanah sebagai benda pendukung kehidupan. Keduanya menggunakan alat-alat dan sering kali juga metodologi yang sama dalam mempelajari tanah, sehingga muncul pula disiplin ilmu seperti fisika tanah, kimia tanah, biologi tanah (atau ekologi tanah), serta ilmu konservasi tanah. Karena tanah juga memiliki aspek ketataruangan dan sipil, berkembang pula disiplin seperti mekanika tanah, pemetaan (kartografi), geodesi dan survai tanah, serta pedometrika atau pedostatistika. Penggunaan informatika juga melahirkan beberapa ilmu campuran seperti geomatika.
8.      Fitopatologi
Fitopatologi adalah cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari penyakit tumbuhan akibat serangan patogen ataupun gangguan ketersediaan hara. Berasal dari gabungan kata bahasa Yunani: phyton berarti tumbuhan; pathos berarti sakit atau menderita; logos berati ilmu atau pengetahuan. Secara biologis tumbuhan dikatakan sakit bila tidak mampu melakukan kegiatan fisiologis secara normal, yang meliputi respirasi, fotosintesis, penyerapan gizi yang diperlukan dan lain-lain. Selain itu tanaman sakit juga tidak dapat menunjukkan kapasitas genetiknya, seperti berdaya hasil tinggi, morfologi yang normal dan lain-lain.
Studi ilmu penyakit tumbuhan meliputi studi tentang penyebab penyakit, studi tentang interaksi antara penyebab penyakit - tumbuhan inang dan lingkungan, studi tentang fisiologi tanaman sakit. Studi penyakit tumbuhan dalam populasi tumbuhanya disebut epidemiologi.
Berdasarkan penyebabnya penyakit tumbuhan dikelompokkan dalam:
·         penyakit yang disebabkan oleh penyebab non hidup (abiotik), penyakit demikian bersifat tidak menular (noninfectious), dan
·         penyakit tumbuhan yang disebabkan oleh jasad hidup (biotik), yang bersifat menular.
Penyebab penyakit abiotik antara lain adalah kekurang unsur hara, suhu yang sangat rendah ataupun sangat tinggi, pencemaran (polusi). Penyekait tumbuhan biotik antara lain adalah jamur (fungi), bakteri, fitoplasma, virus, viroid, nematoda dan tumbuhan parasitik.


9.      Ilmu Gulma
Gulma adalah tumbuhan yang kehadirannya tidak diinginkan pada lahan pertanian karena menurunkan hasil yang bisa dicapai oleh tanaman produksi.
Batasan gulma bersifat teknis dan plastis. Teknis, karena berkait dengan proses produksi suatu tanaman pertanian. Keberadaan gulma menurunkan hasil karena mengganggu pertumbuhan tanaman produksi melalui kompetisi. Plastis, karena batasan ini tidak mengikat suatu spesies tumbuhan. Pada tingkat tertentu, tanaman berguna dapat menjadi gulma. Sebaliknya, tumbuhan yang biasanya dianggap gulma dapat pula dianggap tidak mengganggu. Contoh, kedelai yang tumbuh di sela-sela pertanaman monokultur jagung dapat dianggap sebagai gulma, namun pada sistem tumpang sari keduanya merupakan tanaman utama. Meskipun demikian, beberapa jenis tumbuhan dikenal sebagai gulma utama, seperti teki dan alang-alang.
Ilmu yang mempelajari gulma, perilakunya, dan pengendaliannya dikenal sebagai ilmu gulma.
10.  Hortikultura
Hortikultura (horticulture) berasal dari bahasa Latin hortus (tanaman kebun) dan cultura/colere (budidaya), dan dapat diartikan sebagai budidaya tanaman kebun. Kemudian hortikultura digunakan secara lebih luas bukan hanya untuk budidaya di kebun. Istilah hortikultura digunakan pada jenis tanaman yang dibudidayakan. Bidang kerja hortikultura meliputi pembenihan, pembibitan, kultur jaringan, produksi tanaman, hama dan penyakit, panen, pengemasan dan distribusi. Hortikultura merupakan salah satu metode budidaya pertanian modern.
Hortikultura merupakan cabang dari agronomi. Berbeda dengan agronomi, hortikultura memfokuskan pada budidaya tanaman buah (pomologi/frutikultur), tanaman bunga (florikultura), tanaman sayuran (olerikultura), tanaman obat-obatan (biofarmaka), dan taman (lansekap). Salah satu ciri khas produk hortikultura adalah perisabel atau mudah rusak karena segar.
Orang yang menekuni bidang hortikultura dengan profesional disebut sebagai hortikulturis.
11.  Ilmu Pemuliaan 
Pemuliaan (merupakan terjemahan langsung dari istilah bahasa Belanda veredeling; Ing.: breeding) merupakan kegiatan manusia dalam memelihara tumbuhan atau hewan untuk menjaga kemurnian galur atau ras sekaligus memperbaiki produksi atau kualitasnya. Dalam kegiatannya, pemuliaan sejak abad ke-20 menerapkan banyak prinsip dan metode genetika serta ilmu-ilmu turunannya .
Pemuliaan tidak persis sama dengan penangkaran. Dalam penangkaran, kegiatan pemeliharaan dilakukan untuk menghasilkan keturunan tanpa disertai dengan usaha memperbaiki populasi. Suatu program pemuliaan pasti mencakup aspek penangkaran, tetapi bukan sebaliknya. Penangkaran dilakukan dengan tujuan menjaga kemurnian suatu galur, ras, atau kultivar, serta dalam menjaga kelestarian populasi hewan dan tumbuhan yang terancam punah di alam liar.
Praktisi pemuliaan dan penangkaran masing-masing disebut sebagai pemulia dan penangkar.
Istilah-istilah terkait dengan kata "Pemuliaan":
·         Pemuliaan tanaman
·         Pemuliaan hewan
·         Pemuliaan hutan, adalah penyingkatan bagi pemuliaan tanaman komoditi kehutanan (untuk dimanfaatkan kayunya)
Istilah-istilah terkait dengan kata "Penangkaran":
·         Penangkaran ex-situ
·         Penangkaran selektif, istilah yang dipakai untuk salah satu cara metode dalam pemuliaan hewan

12.  Ilmu Produksi ternak
Reproduksi seksual pada vertebrata diawali dengan perkawinan yang diikuti dengan terjadinya fertilisasi. Fertilisasi tersebut kemudian menghasilkan zigot yang akan berkembang menjadi embrio.
Fertilisasi pada vertebrata dapat terjadi secara eksternal atau secara internal. Fertilisasi eksternal merupakan penyatuan sperma dan ovum di luar tubuh hewan betina, yakni berlangsung dalam suatu media cair, misalnya air.
Setelah fertilisasi internal, ada tiga cara perkembangan embrio dan kelahiran keturunannya, yaitu dengan cara ovipar, vivipar dan ovovivipar. Ovipar (Bertelur) Ovipar merupakan embrio yang berkembang dalam telur dan dilindungi oleh cangkang. Embrio mendapat makanan dari cadangan makanan yang ada di dalam telur. Telur dikeluarkan dari tubuh induk betina lalu dierami hingga menetas menjadi anak. Ovipar terjadi pada burung dan beberapa jenis reptil.
·         Vivipar (Beranak)
Vivipar merupakan embrio yang berkembang dan mendapatkan makanan dari dalam uterus (rahim) induk betina. Setelah anak siap untuk dilahirkan, anak akan dikeluarkan dari vagina induk betinanya. Contoh hewan vivipar adalah kelompok mamalia (hewan yang menyusui), misalnya kelinci dan kucing.
·         Ovovivipar (Bertelur dan Beranak)
Ovovivipar merupakan embrio yang berkembang di dalam telur, tetapi telur tersebut masih tersimpan di dalam tubuh induk betina. Embrio mendapat makanan dari cadangan makanan yang berada di dalam telur. Setelah cukup umur, telur akan pecah di dalam tubuh induknya dan anak akan keluar dari vagina induk betinanya. Contoh hewan ovovivipar adalah kelompok reptil (kadal) dan ikan hiu.
13.  Ilmu Kehutanan
Kehutanan adalah suatu praktik untuk membuat, mengelola, menggunakan dan melestarikan hutan untuk kepentingan manusia
Menurut Simon (1998), perkembangan teori pengelolaan hutan dapat dikelompokkan ke dalam dua kategori, yaitu kategori kehutanan konvensional dan kategori kehutanan modern (kehutanan sosial).
·         Kehutanan Konvensional
Teori pengelolaan hutan yang termasuk ke dalam kehutanan konvensional adalah penambangan kayu atau timber extraction (TE) dan perkebunan kayu atau timber management (TM).
·         Kehutanan Modern
Kehutanan sosial adalah pengelolaan hutan sebagai sumberdaya atau forest resource management (FRM) dan pengelolaan hutan sebagai ekosistem atau forest ecosystem management (FEM). Keduanya disebut juga dengan istilah lain Sustainable Forestry Management (SFM). Ketiga teori pengelolaan hutan tersebut, secara evolutif berkembang, sejak dari mulai penambangan kayu (TE) hingga sampai pada pengelolaan ekosistem hutan (FEM).
·         Perubahan Konsep Kehutanan
Kehutanan merupakan aspek ekologis yang berada di atas permukaan bumi, kehutanan dari segi pembentukannya terdiri dari 2 (dua) cara, yaitu terbentuk alamiah dan buatan. Perkembangan tehnologi telah menciptakan teori yang dapat mengembalikan fungsi hutan alam, dengan dasar tersebut pengelolaan hutan lebih dititikberatkan kepentingan secara menyeluruh. Bumi dengan segala macam di dalam dan di permukaan dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya oleh manusia sebagai penghuninya. Pengelolaan hutan sebaiknya diselaraskan dengan pengelolaan sumber daya alam yang lainnya, sehingga pemanfaatan sumber daya dapat terjalin dengan baik dan menguntungkan.
14.  Ilmu Perikanan
Perikanan adalah kegiatan manusia yang berhubungan dengan pengelolaan dan pemanfaatan sumberdaya hayati perairan. Sumberdaya hayati perairan tidak dibatasi secara tegas dan pada umumnya mencakup ikan, amfibi, dan berbagai avertebrata penghuni perairan dan wilayah yang berdekatan, serta lingkungannya. Di Indonesia, menurut UU RI no. 9/1985 dan UU RI no. 31/2004, kegiatan yang termasuk dalam perikanan dimulai dari praproduksi, produksi, pengolahan sampai dengan pemasaran, yang dilaksanakan dalam suatu sistem bisnis perikanan.[1] Dengan demikian, perikanan dapat dianggap merupakan usaha agribisnis.
Umumnya, perikanan dimaksudkan untuk kepentingan penyediaan pangan bagi manusia. Selain itu, tujuan lain dari perikanan meliputi olahraga, rekreasi (pemancingan ikan), dan mungkin juga untuk tujuan membuat perhiasan atau mengambil minyak ikan.
Usaha perikanan adalah semua usaha perorangan atau badan hukum untuk menangkap atau membudidayakan (usaha penetasan, pembibitan, pembesaran) ikan, termasuk kegiatan menyimpan, mendinginkan, pengeringan, atau mengawetkan ikan dengan tujuan untuk menciptakan nilai tambah ekonomi bagi pelaku usaha (komersial/bisnis)
15.  Ilmu Kedokteran Hewan
Kedokteran hewan merupakan salah satu jenis ilmu dan praktik kedokteran, yang melakukan diagnosis, terapi, dan pencegahan penyakit pada hewan. Secara umum, semua jenis hewan dapat dikategorikan sebagai pasien, baik hewan domestik maupun liar.
16.  Ilmu Kedokteran
Kedokteran (bahasa Inggris: medicine) adalah suatu ilmu dan seni yang mempelajari tentang penyakit dan cara-cara penyembuhannya. Ilmu kedokteran adalah cabang ilmu kesehatan yang mempelajari tentang cara mempertahankan kesehatan manusia dan mengembalikan manusia pada keadaan sehat dengan memberikan pengobatan pada penyakit dan cedera. Ilmu ini meliputi pengetahuan tentang sistem tubuh manusia dan penyakit serta pengobatannya, dan penerapan dari pengetahuan tersebut.
·         Anatomi adalah ilmu yang mempelajari struktur dan organisasi tubuh manusia
·         Fisiologi adalah ilmu yang mempelajari fungsi berbagai organ dan sistem organ serta interaksinya dalam tubuh manusia
·         Biokimia adalah ilmu yang mempelajari proses-proses kimia yang terjadi dalam tubuh manusia
·         Histologi adalah ilmu yang mempelajari struktur mikroskopik dan fungsi jaringan pembentuk dan penyusun organ dan sistem organ dalam tubuh manusia
·         Farmakologi adalah ilmu yang mempelajari obat-obatan, interaksi dan efeknya terhadap tubuh manusia
·         Patologi anatomi adalah ilmu yang mempelajari kelainan struktur mikroskopik dan makroskopik berbagai organ dan jaringan yang disebabkan penyakit atau proses lainnya
·         Patologi klinik adalah ilmu yang mempelajari kelainan yang terjadi pada berbagai fungsi organ atau sistem organ
·         Parasitologi adalah ilmu yang mempelajari penyakit-penyakit yang disebabkan parasit
·         Mikrobiologi adalah ilmu yang mempelajari penyakit-penyakit yang disebabkan mikroba
17.  Astrobiologi
Astrobiologi (kadang disebut juga eksobiologi, eksopaleontologi, bioastronomi, dan xenobiologi) adalah kajian tentang asal, evolusi, penyebaran, dan masa depan kehidupan di alam semesta. Bidang ilmu antardisiplin ini meliputi pencarian lingkungan laik huni baik di dalam maupun di luar Tata Surya, pencarian bukti kimia prebiotik, kehidupan di Mars dan benda lain di Tata Surya, penelitian laboratorium dan lapangan perihal asal dan evolusi awal kehidupan di Bumi, serta kajian potensi makhluk hidup untuk beradaptasi di Bumi dan di luar angkasa
18.  Bioteknologi
Bioteknologi adalah cabang ilmu yang mempelajari pemanfaatan makhluk hidup (bakteri, fungi, virus, dan lain-lain) maupun produk dari makhluk hidup (enzim, alkohol) dalam proses produksi untuk menghasilkan barang dan jasa. Dewasa ini, perkembangan bioteknologi tidak hanya didasari pada biologi semata, tetapi juga pada ilmu-ilmu terapan dan murni lain, seperti biokimia, komputer, biologi molekular, mikrobiologi, genetika, kimia, matematika, dan lain sebagainya.
 Dengan kata lain, bioteknologi adalah ilmu terapan yang menggabungkan berbagai cabang ilmu dalam proses produksi barang dan jasa.
Bioteknologi secara sederhana sudah dikenal oleh manusia sejak ribuan tahun yang lalu. Sebagai contoh, di bidang teknologi pangan adalah pembuatan bir, roti, maupun keju yang sudah dikenal sejak abad ke-19, pemuliaan tanaman untuk menghasilkan varietas-varietas baru di bidang pertanian, serta pemuliaan dan reproduksi hewan. Di bidang medis, penerapan bioteknologi pada masa lalu dibuktikan antara lain dengan penemuan vaksin, antibiotik, dan insulin walaupun masih dalam jumlah yang terbatas akibat proses fermentasi yang tidak sempurna. Perubahan signifikan terjadi setelah penemuan bioreaktor oleh Louis Pasteur.
 Dengan alat ini, produksi antibiotik maupun vaksin dapat dilakukan secara massal.
Pada masa ini, bioteknologi berkembang sangat pesat, terutama di negara negara maju. Kemajuan ini ditandai dengan ditemukannya berbagai macam teknologi semisal rekayasa genetika, kultur jaringan, DNA rekombinan, pengembangbiakan sel induk, kloning, dan lain-lain. Teknologi ini memungkinkan kita untuk memperoleh penyembuhan penyakit-penyakit genetik maupun kronis yang belum dapat disembuhkan, seperti kanker ataupun AIDS. Penelitian di bidang pengembangan sel induk juga memungkinkan para penderita stroke ataupun penyakit lain yang mengakibatkan kehilangan atau kerusakan pada jaringan tubuh dapat sembuh seperti sediakala. Di bidang pangan, dengan menggunakan teknologi rekayasa genetika, kultur jaringan dan DNA rekombinan, dapat dihasilkan tanaman dengan sifat dan produk unggul karena mengandung zat gizi yang lebih jika dibandingkan tanaman biasa, serta juga lebih tahan terhadap hama maupun tekanan lingkungan. Penerapan bioteknologi pada masa ini juga dapat dijumpai pada pelestarian lingkungan hidup dari polusi. Sebagai contoh, pada penguraian minyak bumi yang tertumpah ke laut oleh bakteri, dan penguraian zat-zat yang bersifat toksik (racun) di sungai atau laut dengan menggunakan bakteri jenis baru.
Kemajuan di bidang bioteknologi tak lepas dari berbagai kontroversi yang melingkupi perkembangan teknologinya. Sebagai contoh, teknologi kloning dan rekayasa genetika terhadap tanaman pangan mendapat kecaman dari bermacam-macam golongan.
Bioteknologi secara umum berarti meningkatkan kualitas suatu organisme melalui aplikasi teknologi. Aplikasi teknologi tersebut dapat memodifikasi fungsi biologis suatu organisme dengan menambahkan gen dari organisme lain atau merekayasa gen pada organisme tersebut.
Perubahan sifat Biologis melalui rekayasa genetika tersebut menyebabkan "lahirnya organisme baru" produk bioteknologi dengan sifat - sifat yang menguntungkan bagi manusia. Produk bioteknologi, antara lain:
·         Jagung resisten hama serangga
·         Kapas resisten hama serangga
·         Pepaya resisten virus
·         Enzim pemacu produksi susu pada sapi
·         Padi mengandung vitamin A
·         Pisang mengandung vaksin hepatitis

C.    OBJEK BIOLOGI PADA TINGKAT ORGANISASI  KEHIDUPAN

1.      MOLEKUL
Molekul dalam sains kimia, kata zat biasa digunakan untuk maksud khusus. Sebuah zat adalah beberapa materi yang hanya terdiri atas satu jenis molekul.
Contohnya:
a)      Protein,
b)      Karbohidrat,
c)      Lipit,
d)     Asam Nukleat,
e)      Air dengan rumus molekul H2O,
f)       Garam dengan rumus molekul NaCl

2.      SEL
Adalah adalah unit struktural dan fungsional penyusun tubuh makhluk hidup.
Contohnya:
a)      Nukleus,
b)      Membran sel,
c)      Sitoplasma,
d)     Membran sel,
e)      Dinding sel,
f)       Organel-organel (Retikulum endoplasma, ribosom, badan golgi, vakuola dan kloroplas)

3.      JARINGAN
Jaringan merupakan suatu kumpulan sel yang masing-masing bekerja sama dengan yang lain di dalam penampilan dan kelompok fungsi yang khusus.
Contohnya:
a)      Jaringan pada tumbuhan : jaringan parenkim, jaringan bunga karang, jaringan pengangkut
b)       Jaringan pada hewan: jaringan otot , jaringan epitel.
4.      ORGAN
Organ adalah kumpulan dari berbagai jaringan yang bekerja sama dalam penampilan dan kelompok fungsi sehingga membentuk suatu unit struktural.
Contohnya:
a)      Organ pada hewan : organ jantung, organ hati, organ ginjal,
b)      Organ pada tumbuhan : akar, batang dan daun.

5.      INDIVIDU
Individu adalah  organisme tunggal
Contohnya:
a)      Manusia,
b)      Hewan ,
c)      Tumbuhan ,
d)     Seorang anak kecil ,
e)      Seekor burung

6.      POPULASI
Populasi adalah kelompok individu yang spesiesnya sama pada suatu lokasi tertentu yang membentuk subuah populasi.
Contohnya:
a)      Sekelompok burung dara ,
b)      Rimbunan pohon bambu,
c)      Sekelompok kupu- kupu,
d)     Sekelompok alang-alang,
e)      Rumput.

7.      KOMUNITAS
Komunitas adalah berbagai jenis (species) makhluk hidup yang saling berinteraksi dan menempati lingkungan dalam waktu yang sama.
Contohnya:
a)      komunitas kolam,
b)      komunitas sawah,
c)      komunitas kebun,
d)     komunitas laut,
e)      komunitas sungai,

8.      EKOSISTEM
Ekosistem adalah seluruh komunitas bersama dengan lingkungan fisik tempat semua makhluk hidup melangsungkan kehidupan.
Contohnya:
a)      Ekosistem lumut,
b)      Ekositem hutan berdaun jamur,
c)      Ekosistem hutan hujan tropis,
d)     Ekosistem padang rumput,
e)      Ekosistem padang pasir,
f)       Ekosistem pantai.

9.      BIOMA
Bioma pada daerah daratan ada 2 faktor yang berperan penting dalam kehidupan, yang berperan penting adalah suhu dan cuaca hujan, selainitu ada juga pariasi geografis , ketinggian tanah, garis lintang menyebabkan daratan terbagi menjadi sejumlah sona-sona habitat yang berbeda disebut bioma.
Contohnya:
a)      Bioma gurun
Daerah gurun mempunyai curah huan yang sangat rendah, rata-rata 250 mm/tahun bahkan kurang. Persebarannya biasanya di tengah benua, karena sebagian besar merupakan daerah bayangan hujan.  Jenis vegetasi tahan terhadap kekurangan air (xerofit) seperti kaktus. Gurun-gurun di dunia antara lain Gurun Sahara dan Gurun Kalahari di Benua Afrika, Gurun Simpson dan Victoria di Australia, Gurun Nefud dan Gurun Gobi di Asia serta Gurun Sonora dan Atcama di Benua Amerika.

b)      Bioma padang rumput
Persebaran bioma padang rumput umumnya terdapat di daerah tropika dan subtropika dengan curah hujan antara 250-500 mm/tahun. Ada pula padang rumput dengan curah hujan yang mencapai 1.000 mm, namun turunnya hujan tidak teratur. Daerah padang rumput yang kering mempunyai rumput yang pendek. Daerah padang rumput yang relatif basah, seperti terdapat di Amerika Utara, rumputnya dapat mencapai tiga meter, misalnya jenis bluestem dan Indian grasses. Biasanya padang rumput terbagi dalam dua kategori yakni stepa dan sabana (savana). Stepa adalah padang rumput yang luas tanpa diselingi pepohonan. Sabana adalah padang rumput yang diselingi pepohonan.

c)      Bioma hutan musim
Terdapat di daerah lintang rendah tropis disebut dengan hutan musim tropis. sedangkan di daerah iklim sedang disebut hutan musim meranggas (gugur). Tanaman di daerah tropis biasanya menggugurkan daun pada musim kemarau, sedangkan di lintang sedang pada musim gugur. Hutan musim tropis. penyebarannya di Thailand, Indonesia (Jawa Timur, lawa Tengah, Sulawesi. dan Nusa Tenggara). Dengan ciri-ciri: pohon-pohonnya lebih rendah, daunnya banyak yang gugur di musim kemarau. misalnya jati, pohon-pohon homogen (sejenis).

d)     Bioma Hujan tropis
Persebaran hutan tropis basah di daerah khatulistiwa dengan tipe tumbuhan yang paling lebat dan paling rumit. Tumbuhan utama penyusun hutan tropis basah biasanya terdiri atas tujuh kelompok, yaitu pohon-pohon terna, liana, epifit, pencekik, pohon, saprofit, dan parasit. Tumbuhan biasanya bertingkat dan bertudung. Wilayah sebaran di daerah tropika dan subtropika antara lain di Indonesia, Australia Bagian Utara. Irian Timur, Afrika Tengah, Brazil, Amerika Tengah, Asia Tenggara. dan Kongo (Zaire).

e)      Bioma taiga
Vegetasi biasanya berlapis lilin dan bertajuk lancip (conifer) dengan pinus dan cemara sebagai tanaman khas. Taiga kebanyakan terdapat di belahan bumi utara (Siberia Utara, Rusia, Kanada Tengah dan Utara).

f)       Bioma tundra
Daerah tundra hanya terdapat di belahan bumi utara sekitar daerah lingkungan kutub. Tundra terbentuk karena lingkungan alam yang gelap berbulan-bulan, disebabkan oleh tidak terjangkau pancaran sinar matahari. Di daerah tundra hanya terdapat beberapa pohon kerdil, bahkan dapat dikatakan sejauh mata memandang hanya lumut yang tampak, terutama sphagnum dan lumut kerak (lichens).




BAB III
PENUTUP
A.    KESIMPULAN
Ilmu Murni adalah ilmu yang membahas/ mendalami ilmu itu sendiri. Dalam pendidikan ilmu murni akan tampak dari adanya usaha untuk membahas teori-teori pendidikan secara dalam.Ilmu Pengetahuan Murni berfokus kepada teori yang ditujukan untuk menemukan pengetahuan baru.
 Ilmu terapan adalah usaha-usaha menerapkan dalam kegiatan proses kehidupan (sebagai alat yang memudahkan kehidupan).
Sebagai bagian dari ilmu pengetahuan, Biologi memiliki beberapa objek kajian yang sangat menarik untuk dibahas.Objek kajian biologi ini meliputi kehidupan manusia, hewan, tumbuhan dan berbagai jenis dari golongan mikroorganisme yang dapat di lihat langsung menggunakan mata maupun yang hanya bisa terlihat jika menggunakan alat yang disebut mikroskop.
Jadi Biologi Terapan atau Bioteknologi adalah suatu cabang ilmu biologi yang mempelajari tentang pemanfaatan makhluk hidup dan penggunaan biokimia, mikrobiologi, serta rekayasa kimia secara terpadu dengan tujuan memperoleh penerapan teknologi di bidang industri, kesehatan atau kedokteran, dan pertanian dari kapasitas mikroba, sel atau jaringan sebagai kultur. Selain itu, bioteknologi juga menghasilkan barang atau jasa untuk kepentingan makhluk hidup.

B.     SARAN
Jagalah lingkungan hidup kita agar lebih baik, dengan cara memanfaatkan ilmu biologi ini, tapi tidak lupa pula kita selalu bertawakkal dan berterima kasih kepada allah swt, karna semua yang ada dijagat raya ini, semua cabang ilmu biologi ini tercipta atas kuasa dan kehendaknya

DAFTAR PUSTAKA
Anonim.2011. Ilmu Biologi. http://id.wikipedia.org/wiki/ Ilmu-Biologi. Diakses pada 5 oktober 2014
Anonim. 2010. Biologi Terapan. http://blogs.unpad.ac.id/biologi-terapan/2010/07/18//. Diakses pada 5 oktober 2014
AHIMA e-HIM Work Group on the Legal Health Record. (2005
Aryulina, Diah; Choirul Muslim, Syalfinaf Manaf, Endang Widi Winarni (2007). Biologi 3 SMA dan MA Untuk Kelas XII. Jakarta: Esis/Erlangga. ISBN 974-734-551-3. (Indonesia)
M.jumadi.2011. ilmu terapan.  http://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_ilmu-ilmu_hayati#Ilmu-ilmu_campuran_dan_terapan. Diakses 5 oktober 2014
Sayarif. 2011. Cabang biologi. http://syaifulhasby.blogspot.com/2011/11/cabang-biologi-dan-bidang-kajiannya.html. diakses 5 oktober 2014